RA SUNAN PANDANARAN

Sejarah berdirinya Raudhatul Athfal Sunan Pandanaran pada tanggal 20 Desember 1975 Pondok Pesantren Sunan Pandanaran diresmikan oleh Sri Paduka Pakualam VIII Wakil Gubernur DIY dan berkat do’a restu KH. Ali Maksum, Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran menangani beberapa bidang pendidikan formal maupun non formal dengan jurusan antara lain: hafalan Al-Qur’an, Madrasah Diniyyah, Madrasah Tsanawiyah, Aliyah dan lain-lain.

Berdasar pengamatan pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Dusun Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta masih banyak anak-anak usia taman kanak-kanak yang ternyata mereka tidak sekolah karena taman kanak-kanak yang ada cukup jauh diantaranya TK Kuncup Melati  Pakem yang berjarak 5 KM dari dusun Candi a.n. TK Siaga Kartini yang berjarak 3 KM.

Maka dengan kerja keras dan tekad yang tinggi  Pondok Pesantren mendirikan taman kanak-kanak dengan nama Taman Kanak-kanak Sunan Pandanaran  yang diresmikan oleh Bapak Camat Ngaglik pada tanggal 1 Juli 1979 di Komplek I Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, dan ternyata tidak mengecewakan bagi para pendiri karena saat berdiri sudah ada 64 calon siswa dan semuanya diterima.Dengan 64 siswa tersebut dimulailah aktifitas TK Sunan Pandanaran dengan Guru berjumlah 2 orang yaitu Ibu Utin Farida dan Ibu Martiyah.

Pada tahun 1997/1998 TK Sunan Pandanaran berganti nama menjadi Raudhatul Athfal Sunan Pandanaran dan Alhamdulillah perkembangan RA Sunan Pandanaran setiap tahunnya mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam penambahan jumlah anak didik. Saat ini jumlah siswa RA Sunan Pandanaran berkisar 180 anak terbagi dalam 6 ruangan kelas yaitu kelompok A1, A2, B1, B2, B3, B4 dan sarana prasarana yang semakin bertambah.

VISI DAN MISI

Visi RA Sunan Pandanaran adalah: ” cerdas, ceria, mandiri, berbudaya, dan beriman

Misi RA Sunan Pandanaran adalah:

  1. Mewujudkan insan yang cendas dan ceria.
  2. Mewujudkan budaya Islam.
  3. Menjadikan anak berkepribadian matang bermoral dari mandiri.
  4. Malestarikan Budaya dan Adat istiadat lokal.
  5. Mewujudkan generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

TUJUAN

  1. Memenuhi harapan orang tua agar anak menjadi insan yang cerdas dan ceria.
  2. Menyiapkan generasi yang memiliki budaya Islam.
  3. Membentuk generasi penerus yang berkepribadian matang bermoral dan mandiri.
  4. Menyiapkan generasi penerus yang mampu melestarikan budaya dan adat istiadat lokal.
  5. Mencetak kader bangsa yang beriman dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *